Jam

Tampilkan postingan dengan label network. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label network. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Maret 2009

Membangun Intrussion Preventif Sistem

Artikel ini berharap bisa menjadi wacana bahwa betapa pentingnya pengamanan di lingkungan terbuka, khususnya Internet. Setiap node yang sudah terhubung dengan Internet, bisa menjadi sasaran serangan. Dibutukannya pengamanan mulai dari yang bersifat monitoring sampai yang bersifat preventif, bisa mengurangi kerusakan aplikasi maupun sistem yang ada. Maksudnya bersifat monitoring, setiap paket/perilaku yang melewati sistem pengaman akan dicatat segala macam perilakunya, dengan demikian pengambilan keputusan dapat dilakukan dikemudian hari. Sedangkan yang bersifat preventif, sistem pengaman yang dibangun lebih bisa menangani kejanggalan perilaku yang diterimanya, dan akan melakukan pemblokiran. Tetap saja, kedua sifat diatas memilki suatu aturan, yang menjadi dasar/pijakan untuk melakukan tindakan atau hanya memberikan report.

Salah satu alat bantu yang dapat mempermudah kerja sysadmin, yaitu Snort. Aplikasi opensource yang telah diunduh +3 juta kali, membuktikan aplikasi ini dapat dilirik oleh sang sysadmin.

Kebutuhan:
1. Sistem Operasi (GNU/Linux CentOS 5)
2. Snort 2.8.0
3. Libpcap, libpcap & libpcap-devel
4. PCRE, pcre & pcre-devel
5. WebServer Apache (Optional)
6. MySQL Server, mysql-server & mysql-devel (Optional)
7. PHP (Optional)
8. Barnyard (Optional)
9. BlockIT

Asumsi, paket-paket diatas sudah terinstall dengan baik itu menggunakan paket binary maupun source (tar.bz2). Yang sebelumnya dengan meng-update paket-paket yang terbaru, serta mematikan services/daemon yang tidak diperlukan.

Instalasi Snort

[dee @alif ~]$ tar xjvf snort-2.8.0.tar.gz
[dee @alif ~]$ cd snort-2.8.0
[dee @alif snort-2.8.0]$ ./configure –prefix=/usr \
–sysconfdir=/etc/snort \
–mandir=/usr/share/man \
–with-libpcap \
–with-dynamicplugins
[dee @alif snort-2.8.0]$ make
[root @alif snort-2.8.0]# make install (superuser “root”)

Setelah instalasi selesai, dengan keyakinan tidak adanya pesan kesalahan. Lanjutkan dengan membuat direktori untuk peletakkan berkas-berkas snort.

[root @alif snort-2.8.0]# mkdir -p /etc/snort/rules; mkdir /var/log/snort
[root @alif snort-2.8.0]# cp etc/* /etc/snort/

Download snort rules (sebaiknya yang terbaru).

[dee @alif ~]$ tar xzvf snortrules-pr-2.4.tar.gz
[root @alif ~]# cp rules/* /etc/snort/rules/

Setelah selesai instalasi diatas, kita akan memodifikasi berkas konfigurasi snort (/etc/snort/snort.conf) sesuai dengan peletakkan pada sistem.

[root @alif ~]# vim /etc/snort/snort.conf

Lakukan perubahan baris-baris berikut
— snort.conf file configuration —

var HOME_NET 192.168.1.0/24
var EXTERNAL_NET $HOME_NET
var RULE_PATH /etc/snort/rules
dynamicpreprocessor directory /usr/lib/snort_dynamicpreprocessor/
dynamicengine /usr/lib/snort_dynamicengine/libsf_engine.so

Setelah selesai, silahkan simpan berkas snort.cof

!!! Perhatian
Untuk rules, ada sedikit yang harus dicomment di berkas
/etc/snort/rules/web-misc.rules pada baris 97,98 dan 452

— end of file —

Silahkan ambil snort-init untuk mengatur starting & ending service snort.

[dee @alif ~]$ wget http://202.152.18.10/linux/snort-init.txt
[root @alif ~]# cp snort-init.txt /etc/init.d/snort
[root @alif ~]# chmod +x /etc/init.d/snort

Agar setiap kali selesai booting komputer, service snort dapat dijalankan
secara otomatis, hendaknya dilakukan perintah dibawah ini:
[root @alif ~]# chkconfig –add snort

Jalankan, snort

[root @alif ~]# /etc/init.d/snort start
Starting snort service: [ OK ]

Dengan demikian, proses instalasi snort pada sistem sudah selesai.
Untuk memonitoring berkas/LOG yang disimpan snort

[root @alif ~]# tail -f /var/log/snort/alert
[**] [1:1419:9] SNMP trap udp [**]
[Classification: Attempted Information Leak] [Priority: 2]
10/26-16:43:48.741706 192.168.1.101:53809 -> 192.168.1.87:162
UDP TTL:255 TOS:0×0 ID:15979 IpLen:20 DgmLen:244
Len: 216
[Xref => http://cve.mitre.org/cgi-bin/cvename.cgi?name=2002-0013][Xref =>
http://cve.mitre.org/cgi-bin/cvename.cgi?name=2002-0012][Xref =>
http://www.securityfocus.com/bid/4132][Xref =>
http://www.securityfocus.com/bid/4089][Xref =>
http://www.securityfocus.com/bid/4088]

Untuk mengganti, listening interface dapat dilakukan pengeditan langsung pada berkas /etc/init.d/snort Asumsi interface eth0 merupakan ethernet yang digunakan sebagai fungsi yang menangani paket yang masuk dan keluar.

Setelah snort berjalan dengan normal, dan bisa menampilkan pesan seperti diatas selanjutnya kita coba memasuki tahap pencegahan sistem. Salah satu aplikasi yang kita gunakan saat ini adalah blockit (www.texnofx.com)

Instalasi Blockit
—————–

# ./install.sh
Please Enter Install Directory [/usr/local/blockit]:/usr/sbin/blockit
Do you want to configure MySQL support? [y/n]: n
If using PF add a line saying ‘anchor blockit’ in your /etc/pf.conf!
#

Konfigurasi Blockit (blockit.conf)
———————————

FirewallType = 0
AlertFile = /var/log/snort/alert

Sedangkan berkas blockit.ignore, digunakan untuk memberikan pengecualian
daftar IP yang tidak akan diblok oleh Firewall.

Setelah selesai konfigurasi, untuk menjalankannya

# /usr/sbin/blockit start

Silahkan lakukan pengetesan, apakah sistem yang dibangun sudah berfungsi.
Lakukan scanning, ke sistem yang diinstall, dan lihat hasilnya.


Thanks to Antarmedia Network Solution..

Baca selengkapnya » 0 komentar

nComputing Review

Hadir dengan nuansa Virtual. Yah kira-kira begitulah penawaran dari Ncomputing. Kantor berita Antara melansir :

Pada Juni 2008 NComputing Memasarkan lebih dari 120,000 unit, menjadikannya sebagai penyedia perangkat komputer virtual terbesar dengan lebih dari 15,000 pelanggan di 80 negara

Perangkat nComputing memungkinkan banyak client menggunakan satu CPU bersamaan. Dengan OS XP Pro dengan jumlah clien hingga 10 dan OS Win Server 2003 dengan jumlah client 30 koneksi, bahkan dikatakan juga dengan OS linux client tidak terbatas.

Namun terlepas dari kesemuanya, banyaknya jumlah client tentu saja menuntut konsekuensi logis yakni kehandalan hardwarenya. Mulai dari hostnya atau CPU yang di keroyok ramai-ramai oleh para client. Menurut pengalaman saya ketika menghadapi client ncomputing, sering sekali pemakai mengeluhkan kalau ncomputing terkadang menjadi lambat bahkan terkadang menuntut CPU host untuk direstart.

Dari sisi perangkat nComputing sendiri (saat ini memakai Type L230) ternyata port USB ncomputing ini sering sekali bermasalah, terlebih jika digunakan untuk printer dan scanner. Nah menurut teknisinya, hal ini dikarena ncomputing tidak didesain untuk digandengkan dengan perangkat printer dan scanner. Kendala ini akhirnya telah teratasi dengan perangkat USB port Aten plus adaptornya, yang mana adaptor tersebut menyuplai power untuk USB agar dapat menangani mesin printer dan scanner.

Baca selengkapnya » 0 komentar

95,4 M SMS Lalu Lalang di 2008

Dalam sehari, berapa kali Anda berkirim Short Message Service (SMS)? Di Amerika Serikat (AS), tercatat ada sekitar 95,4 miliar SMS yang dikirim pengguna ponsel, dari awal tahun 2008 hingga 30 Juni lalu.

Itulah laporan yang dilansir VeriSign, perusahaan komunikasi dan internet yang berbasis di Mountain View. Lebih lanjut, dari periode yang sama, pernah tercatat juga dalam sehari ada 648 juta SMS yang dikirim, dan dalam sejam juga pernah tercatat sebanyak 42 juta SMS yang dikirim.

Dari jumlah 95,4 miliar SMS yang dikirim pada pertengahan pertama 2008 berarti rata-rata dalam sebulan ada 15,9 miliar SMS yang dikirim, dan dalam sehari rata-rata ada 530 juta SMS. Jika di AS ada sebanyak 255 juta pengguna ponsel, dapat diartikan bahwa setiap orang yang memiliki ponsel berkirim dua SMS per hari.

Dikutip detikINET dari Softpedia, Senin (1/9/2008), jumlah SMS yang dikirim pada

pertengahan pertama tahun 2008 ini lebih tinggi daripada tahun 2007. Jika fenomena ini terus berlanjut, diprediksikan hingga akhir tahun nanti, jumlah SMS yang dikirim akan menembus angka lebih dari 200 miliar.

Lonjakan jumlah SMS yang lalu lalang di AS ini dipicu oleh semakin banyaknya handset yang menawarkan keyboard QWERTY, yang memudahkan pengetikan. Bagaimana dengan Anda? Hobi sms-an juga?

Baca selengkapnya » 0 komentar

Rabu, 19 November 2008

Security Network

Network Security : Apa dan Bagaimana


Di kala dunia Internet semakin berkembang dengan pesatnya, informasi-informasi yang terkandung di dalamnya semakin penting. Dalam kondisi tersebut, Network Security menjadi salah satu mata rantai dari keutuhan, kehandalan dan keterjaminan jaringan komputer.

Seperti yang kita lihat di saat ini, Internet telah tumbuh dan berkembang hingga mencapai angka beberapa juta unit komputer yang terkoneksi di berbagai belahan dunia. Dari hari ke hari pula informasi yang terkandung di dalam jaringan Internet tersebut semakin lengkap, akurat, dan penting. . Informasi telah menjadi suatu asset yang sedemikian berharga sehingga perlu mendapat perlakuan yang lebih spesifik. Selain itu pula, kemajuan yang dicapai dalam bidang pengembangan sistem operasi komputer sendiri dan utulitasnya sudah sedemikian jauh dimana tingkat performansi, keandalan dan fleksibilitas software menjadi kriteria utama dalam proses pengembangan software. Dengan semakin penting dan berharganya informasi tersebut dan ditunjang oleh kemajuan pengembangan software, tentunya menarik minat para pembobol (hacker) dan penyusup (intruder) untuk terus bereksperimen guna menemukan dan mempergunakan setiap kelemahan yang ada dari konfigurasi sistem informasi yang telah ditetapkan
Bertolak dari kenyataan di atas, muncul sebuah konsep yang lebih sering disebut dengan Network Security. Pada awalnya, konsep ini menjelaskan lebih banyak mengenai keterjaminan (security) dari sebuah sistem jaringan komputer yang terhubung ke Internet terhadap ancaman dan gangguan yang ditujukan kepada sistem tersebut. Cakupan konsep tersebut semakin hari semakin luas sehingga pada saat ini tidak hanya membicarakan masalah keterjaminan jaringan komputer saja, tetapi lebih mengarah kepada masalah-masalah keterjaminan sistem jaringan informasi secara global. Beberapa negara Eropa dan Amerika bahkan telah menjadikan Network Security menjadi salah satu titik sentral perhatian pihak-pihak militer masing-masing.
Sebenarnya, masalah Network Security ini timbul dari konektivitas jaringan komputer lokal yang kita miliki dengan wide-area network (seperti Internet). Jadi, selama jaringan lokal komputer kita tidak terhubung kepada wide-area network, masalah Network Security tidak begitu penting. Tetapi hal ini bukan berarti memberikan arti bahwa bergabung dengan wide-area network adalah suatu hal yang ‘menakutkan’ dan penuh bahaya. Network Security hanyalah menjelaskan kemungkinan-kemungkinan yang akan timbul dari konektivitas jaringan komputer lokal kita dengan wide-area network.
Secara umum, terdapat 3 (tiga) kata kunci dalam konsep Network Security ini, yaitu:

• resiko / tingkat bahaya,
• ancaman, dan
• kerapuhan sistem (vulnerability)

RESIKO / TINGKAT BAHAYA
Dalam hal ini, resiko berarti berapa besar kemungkinan keberhasilan para penyusup dalam rangka memperoleh akses ke dalam jaringan komputer lokal yang dimiliki melalui konektivitas jaringan lokal ke wide-area network. Secara umum, akses-akses yang diinginkan adalah :
• Read Access : Mampu mengetahui keseluruhan sistem jaringan informasi.
• Write Access : Mampu melakukan proses menulis ataupun menghancurkan data yang terdapat di sistem tersebut.
• Denial of Service : Menutup penggunaan utilitas-utilitas jaringan normal dengan cara menghabiskan jatah CPU, bandwidth maupun memory.

ANCAMAN
Dalam hal ini, ancaman berarti orang yang berusaha memperoleh akses-akses illegal terhadap jaringan komputer yang dimiliki seolah-olah ia memiliki otoritas terhadap akses ke jaringan komputer.

KERAPUHAN SISTEM (VULNERABILITY)
Kerapuhan sistem lebih memiliki arti seberapa jauh proteksi yang bisa diterapkan kepada network yang dimiliki dari seseorang dari luar sistem yang berusaha memperoleh akses illegal terhadap jaringan komputer tersebut dan kemungkinan orang-orang dari dalam sistem memberikan akses kepada dunia luar yang bersifat merusak sistem jaringan.
Untuk menganalisa sebuah sistem jaringan informasi global secara keseluruhan tentang tingkat keandalan dan keamanannya bukanlah suatu hal yang mudah dilaksanakan. Analisa terhadap sebuah sistem jaringan informasi tersebut haruslah mendetil mulai dari tingkat kebijaksanaan hingga tingkat aplikasi praktisnya.
Sebagai permulaan, ada baiknya kita melihat sebuah sistem jaringan yang telah menjadi titik sasaran utama dari usaha-usaha percobaan pembobolan tersebut. Pada umumnya, jaringan komputer di dunia menggunakan sistem operasi Unix sebagai platform. Unix telah menjadi sebuah sistem operasi yang memiliki keandalan tinggi dan tingkat performansi yang baik. Tetapi, pada dasarnya Unix tersusun oleh fungsi-fungsi yang cukup rumit dan kompleks. Akibatnya, Unix juga memiliki beberapa kelemahan seperti bug-bug (ketidaksesuaian algoritma pemrograman) kecil yang kadang kala tidak disadari oleh para pemrogram Unix. Selain itu, utilitas-utilitas yang memanfaatkan Unix sebagai platformnya, seringkali mempunyai bug-bug tersendiri pula. Nah, hal-hal inilah yang sering dieksploitasi oleh para hacker dan intruder di seluruh dunia.
Guna mencegah berhasilnya eksploitasi para hacker dan intruder tersebut, dikembangkan sebuah konsep yang dikenal dengan UNIX Network Security Architecture.
Arsitektur ini mencakup 7 lapis tingkat sekuriti pada jaringan. Ketujuh lapis tersebut adalah sebagai berikut :

• Lapis ke-7 : Kebijaksanaan
• Lapis ke-6 : Personil
• Lapis ke-5 : Local Area Network
• Lapis ke-4 : Batas Dalam Jaringan
• Lapis ke-3 : Gateway
• Lapis ke-2 : Paket Filtering
• Lapis ke-1 : Batas Luar Jaringan

Kebijaksanaan
Lapis kebijaksanaan menjadi pelindung terhadap keseluruhan program proteksi dan sekuriti jaringan yang diterapkan. Lapis ini mempunyai fungsi mendefinisikan kebijakan-kebijakan organisasi mulai dari resiko yang paling besar yang mungkin didapat hingga bagaimana mengimplementasikan kebijaksanaan yang diambil terhadap prosedur-prosedur dasar dan peralatan yang digunakan. Lapis ini menjadi salah satu penentu utama keberhasilan program proteksi dan sekuriti sistem.

Personil
Lapis ini mendefinisikan segi manusia dalam sistem jaringan informasi. Personil yang melakukan instalasi, konfigurasi, pengoperasian hingga orang-orang yang mampu menjalankan akses-akses yang tersedia di sistem adalah termasuk dalam lapis ini. Kebijakan yang diambil pada lapis ini pada dasarnya harus mencerminkan tujuan-tujuan yang ingin dicapai dalam program proteksi dan sekuriti ini.

Local Area Network
Lapis selanjutnya mendefinisikan peralatan-peralatan dan data-data yang harus mendapatkan proteksi. Selain itu, lapis ini juga mencakup prosedur-prosedur pengawasan dan kontrol yang sering diterapkan dalam sistem.

Batas Dalam Jaringan
Batas Dalam Jaringan mendefinisikan lapisan sistem yang terkoneksi secara fisik ke daerah “penyangga” yang menjadi pemisah antara sistem jaringan informasi lokal dengan jaringan luar. Batas ini menjadi penting karena titik ini menjadi sasaran utama usaha-usaha eksploitasi untuk memperoleh akses illegal. Ada baiknya daerah penyangga ini dikonsentrasikan pada satu titik sehingga penerapan prosedur pengawasan dan kontrol menjadi lebih mudah. Demikian pula bila datang serangan dari luar sistem, hanya akan terdapat satu titik masuk yang paling utama. Dengan demikian, akan lebih mudah mengisolasi sistem yang dimiliki dari konektivitas ke luar bila terjadi gangguan.

Gateway
Gateway mendefinisikan menjadi pintu utama dari dan ke sistem yang dimiliki. Kebijaksanaan proteksi dan sekuriti sebuah sistem yang terkoneksi dengan wide-area network seharusnya lebih mengarahkan usaha-usaha yang ada untuk mengamankan lapis ini sebaik mungkin. Servis-servis publik ada baiknya diletakkan pada lapis tersebut guna meminimisasi kemungkinan akses yang lebih jauh ke dalam sistem.

Paket Filtering
Lapis ini mendefinisikan platform yang berada di antara network interface lapis 3 (gateway) dengan network interface yang menjadi tempat penerapan metoda Firewall. Lapis tersebut lebih bersifat sebagai program yang menjalankan fungsi pengawasan (monitoring) terhadap paket-paket data yang masuk maupun yang keluar sistem.

Batas Luar Jaringan
Batas Luar Jaringan mendefinisikan titik dimana sistem terhubung dengan wide-area network dan kita tidak memiliki kontrol langsung terhadap titik tersebut.


Seperti yang telah dijabarkan di atas, lapis ke-3 menjadi titik utama dan yang paling rawan dalam network security ini. Implementasi kebijaksanaan yang diambil pada layer ini hanya bisa dilakukan secara software. Terdapat beberapa jenis security software yang bisa digunakan untuk memperkuat usaha proteksi dan sekuriti sistem pada lapis ke-3 ini. Di antaranya adalah :

TCP Wrapper
Program ini menyediakan layanan monitoring dan kontrol terhadap network services. Pada dasarnya, yang dilakukan oleh program ini adalah membuat daftar log mengenai aktivitas-aktivitas hubungan yang terjadi. Program ini dapat diambil secara gratis melalui anonymous FTP via ftp.cert.org yang terletak pada direktori pub/tools/tcp_wrappers/tcp_wrappers.*

Swatch
Program Swatch menggabungkan daftar-daftar log yang telah diciptakan oleh program-program utilitas lain di samping kelebihannya yang mampu dikonfigurasi sehingga pada saat melakukan logging, Swatch bisa melakukan aksi lain berdasar pada prioritas-prioritas tertentu. Swatch tersedia melalui anonymous FTP dari sierra.stanford.edu pada direktori pub/sources.

SOCKS library dan sockd
Program ini menjadi alternatif lain dari implementasi konsep “TCP Wrapper”. Kegunaan utama program ini adalah mengkonsentrasikan semua layanan umum internet pada suatu titik. “sockd” dijalankan oleh “inetd” pada saat permintaan layanan tertentu muncul dan hanya memperbolehkan koneksi dari host-host yang telah terdaftar. Program ini tentu saja juga melakukan aktivitas log yang berkaitan dengan koneksi yang terjadi. Program ini dapat diperoleh melalui anonymous FTP pada host s1.gov pada direktori /pub dengan nama socks.tar.Z.
Baca selengkapnya » 0 komentar

Profile

Foto Saya
tomfisher
I JUST DO what i want. it's not about what people are saying IT'S ABOUT ME.
Lihat profil lengkapku

Copyright © Regenbogen 2010

Template By Nano Yulianto